Sumber: Kepmendiktisaintek No.337/M/KEP/2025 Belakangan ini, dunia pendidikan farmasi dikejutkan oleh dokumen resmi pemerintah, yaitu Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 337/Μ/ΚΕΡ/2025. Dokumen ini mengatur tentang Penyelenggara Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Pelaksana Uji Kompetensi. Namun, ada satu poin di dalam lampiran keputusan tersebut yang memicu tanda tanya besar di kalangan akademisi dan mahasiswa: munculnya program studi "D3 Apoteker" . Mengapa Hal Ini Membingungkan Publik? Secara historis dan regulasi yang selama ini berjalan, jenjang pendidikan kefarmasian memiliki pembagian kompetensi dan gelar yang sangat jelas: Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dicapai melalui pendidikan vokasi seperti Diploma 3 (D3) Farmasi. Lulusannya bergelar Ahli Madya Farmasi. Apoteker merupakan gelar profesi yang hanya bisa diraih setelah seseorang menamatkan pendidikan Sarjana (S1) Farmasi dan melanjutkan studi ke jenjang...
oleh : Nurul Azmi sumber.net lentuna.blogspot.co.id -Sarapan pagi adalah waktu makan yang mungkin sering terabaikan, entah karena buru-buru berangkat kerja atau sekolah, atau karena tidak sempat menyiapkan sarapan. Padahal manfaat sarapan pagi sangatlah banyak dan penting bagi tubuh kita. Begitu pentingnya sarapan pagi, maka tak heran orang tua selalu menganjurkan anaknya untuk sarapan. nah, sarapan pagi itu banyak manfaatnya lhoo. Ini dia beberapa manfaat dari saparan pagi · Sebagai Sumber Energi Awal Setiap orang harus memulai hari mereka dengan cukup energi sebagai modal untuk melakukan aktivitas, dimana pagi hari adalah start awal. Energi yang kita butuhkan tentunya berasal dari makanan apalagi setelah berjam-jam tidak ada asupan sama sekali (saat malam hari ketika kita tidur). Oleh karena itu sarapan pagi penting dan juga harus dengan makanan yang sehat, seperti: Telur, ...
Anggota Organisasi | Foto: Dokumentasi Lentuna Oleh : Novia Lidyawati Lentuna.Blogspot.Com-- Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Sebagai mahasiswa, mengikuti suatu organisasi adalah suatu kewajiban, terutama bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Karena untuk lulus dari Poltekkes Jakarta II, selain ijazah kita pun akan mendapat SPI (Surat Pendamping Ijazah) yang berisi aktivitas kita selama kuliah. Sebagai mahasiswa Poltekkes Jakarta II, kita dituntut untuk aktif dalam berorganisasi, jika tidak, kemungkinan kita untuk lulus sangat sulit. Logo Organisasi di PKJ 2 Ada banyak organisasi yang dapat diikuti di Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Untuk organisasi pusat ada MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa), BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), LENTUNA ( Lentera Tujuh Warna), yang merupakan organisasi pers di Poltekkes Jakarta II, MATEKSAPALA (Mahasiswa Teknik Sanit...
Komentar
Posting Komentar