Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kiriman

SEPINTAS KISAH

Gambar
Oleh: IKA SRI DEVI ( Kesehatan Lingkungan) Angin berhembus menusuk tulang rusukku.. Rembulan menyinari sunyinya malamku.. sepertiga akhir malam mulai tiba.. Namun enggan melelapkan mata... Lengkaplah sudah sepi ini mengurung kesendirianku,, menyusuri jalanan lengang.. bersimbah angan tanpa tujuan.. semakin ku mencoba.. semakin tak bisa ku melupakan.. segurat catatan membekas dalam kalbuku.. Indah melekat walau semua telah berlalu.. Tinggal kenangan kan terkubur dalam hati.. Manis asmara tetap melekat dalam benak.. Meski terkuak luka bila tafsirkan balada disisimu.. Meski hati tercabik sakit Kan ku rajut kisah kita Abadi dalam asa..

#GERCENG Aksi Peduli Mahasiswa untuk Darurat Asap

Gambar
Pemberian Donasi ke Lembaga ACT oleh Widayani Dikirim Oleh : W.R   Lentuna.blogspot.co.id-- Selasa, 20 Oktober 2015 lalu telah berlangsung acara puncak penggalangan dana yang digarab oleh BEMJ Kesehatan Lingkungan(Kesling) dan BEM Pusat(BEMPUS) Poltekkes Kemenkes Jakarta II yang bekerja sama   dengan Lembaga ACT(Aksi Cepat Tanggap). Bertempat di sebelah Kolam Buaya, kampus jurusan Kesehatan Lingkungan, acara yang diberi nama Gerakan Goceng atau #GERCENG ini berlangsung cukup sukses.   Gerakan Goceng atau #Gerceng sendiri adalah sebuah acara penggalangan dana untuk korban kabut asap yang sudah dimulai selama dua minggu yang pucaknya dilaksanakan hari Selasa kemarin. Acara yang berlangsung sejak pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini dihadiri ketua jurusan jurusan Kesling, staff, dosen, serta mahasiswa.  Berkonsep seperti konser amal, penonton disuguhi penampilan-penampilan menarik dari dosen ataupun mahasiswa. Di antaranya penampilan dari B apak Kuat Pra...

Cerpen : Kaliko

Gambar
Dikirim oleh         : Ezio Danoza Jurusan                 : Farmasi ‘13 Pernah dimuat di majalah Lentuna edisi Mei 2015 Ilustrasi Kaliko | Shabrina *** Aku berjalan perlahan sambil memerhatikan langkahku. Aku meremas sepatu yang kupegang. Pasangan sepatu itu hilang entah kemana saat aku memeriksa lokerku pulang   sekolah tadi. Aku yakin satu di antara anak-anak nakal yang sering menjahiliku itu yang menyembunyikannya. Aku tidak mau susah-susah mencari sepatu itu. Aku tidak mau memberi kesempatan anak-anak itu menertawakanku. Mataku panas, setetes air mata mengalir turun. Aku tidak mau menangis, tapi entah kenapa aku tidak bisa menghentikan air mata ini. A ku berbelok menuju toko nenek, aku tidak mau ibuku melihat aku menangis seperti ini. Nenekku adalah pemilik satu-satunya toko boneka di kota ini. B eliau tinggal sendiri di toko yang sekalig...